1. Pengertian apa itu jerawat.
menurut alodokter Jerawat adalah masalah kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, punggung, dan dada.
Meski jerawat dapat dialami oleh siapa saja, namun sebagian besar kasus jerawat terjadi di masa puber, yaitu pada remaja berusia 10-13 tahun, dan semakin buruk pada orang dengan kulit berminyak.
Jerawat pada remaja umumnya akan hilang dengan sendirinya pada awal usia 20 tahun. Namun pada sebagian kasus, masih ada yang mengalami masalah jerawat hingga usia 30 tahun, terutama wanita.
2. Gejala-gejala munculnya jerawat.
Jerawat dapat tumbuh hampir di seluruh bagian tubuh, namun umumnya jerawat muncul di wajah, leher, bahu, dada, dan punggung. Gejalanya adalah munculnya bintik (komedo) yang berwarna hitam atau putih.
Komedo hitam adalah bintik berwarna hitam yang muncul di permukaan kulit. Bintik hitam tersebut bukan berasal dari kotoran, namun karena terpapar dengan oksigen di udara. Sedangkan komedo putih terletak di bawah permukaan kulit, dan memiliki tekstur yang lebih keras.
Selain komedo hitam dan komedo putih, ada pula bentuk jerawat yang diperparah oleh peradangan, di antaranya:
• Pustula. Benjolan kecil yang di ujungnya terdapat nanah.
• Papula. Benjolan kecil kemerahan yang biasanya menyakitkan.
• Nodul. Benjolan keras yang terbentuk di bawah permukaan kulit, dan kadang terasa menyakitkan.
• Kista. Benjolan besar berisi nanah yang terasa menyakitkan. Sama seperti nodul, kista juga terbentuk di bawah permukaan kulit.
Folikel yang tersumbat bisa membengkak dan membentuk komedo putih atau komedo hitam bila terpapar dengan dunia luar. Kondisi tersebut sebaiknya jangan dianggap remeh, karena bisa berkembang menjadi pustula, papula, nodul, atau bahkan kista, apabila terkontaminasi oleh bakteri kulit
3. Penyebab munculnya jerawat.
Terdapat empat kondisi yang dapat menyebabkan jerawat, yaitu:
• Produksi sebum berlebih. Sebum adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering.
• Sumbatan pada folikel rambut. Jerawat muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh campuran sel kulit mati dan sebum.
• Bakteri. Jenis bakteri Propionibacterium acnes bisa berkembang dan menyumbat folikel rambut, serta menyebabkan peradangan.
• Hormon. Aktivitas hormon androgen berlebih dapat menyebabkan jerawat.
Sedangkan factor resiko munculnya jerawat adalah :
• Perubahan hormon. 80% kasus jerawat pada wanita terjadi karena adanya perubahan hormon pada masa tertentu, misalnya menjelang menstruasi, tiga bulan pertama masa kehamilan, atau akibat PCOS.
• Masa pubertas. Pada masa pubertas, aktivitas hormon testosteron akan meningkat. Akibatnya kelenjar minyak menghasilkan sebum dalam jumlah lebih banyak dari yang dibutuhkan kulit.
• Keturunan. Seseorang dari keluarga yang bermasalah dengan jerawat lebih berisiko mengalami jerawat.
• Gesekan kulit dengan benda, contohnya jerawat di wajah akibat terlalu sering mengenakan penutup kepala, jerawat di leher karena pemakaian baju yang terlalu ketat di bagian kerah, atau jerawat di punggung akibat sering menggunakan ransel.
• Stres. Meski stres tidak menyebabkan jerawat, namun dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.
• Konsumsi obat-obatan, seperti penggunaan litium, kortikosteroid, atau obat antikejang.
• Penggunaan kosmetik.
• Merokok.
4. Jenis-jenis jerawat.
- Jerawat biasa.
Jenis jerawat ini mudah dikenal, tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi karena pori-pori yang tersumbat terinfeksi oleh bakteri jenis propionibacterium acne. Bakteri ini biasanya hidup di saluran kelenjar sebaceous yang tersumbat, yaitu di daerah tempat beradanya asam lemak pada kantung kelenjar sebaceous yang tersembunyi di dalam pori-pori kulit. Diberi nama propionibacterium karena mampu memproduksi asam propionik (propionic acid). Bakteri ini merupakan jenis anaerobik sehingga dapat hidup tanpa butuh oksigen, dan mempunyai ciri-ciri aerotolerant yang menimbulkan iritasi pada daerah sekitarnya. Bakteri yang menginfeksi bisa dari waslap, kuas make up, jari tangan, juga telepon. Stres, hormon dan udara yang lembap, dapat memperbesar kemungkinan terbentuknya jerawat.
- Jerawat batu (Cystic acne).
Cystic acne adalah jerawat yang besar-besar, dengan peradangan hebat, berkumpul diseluruh muka. Penderita cystic acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat jenis ini. Secara genetik penderitanya memiliki:
1.Kelenjar minyak yang over aktif yang membanjiri pori-pori dengan kelenjar minyak,
2.Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal
3.Memiliki respon yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit
5. Tempat-tempat munculnya jerawat.
untuk jerawat memang banyak dikenal karena munculnya di bagian muka tapi ternyata jerawat juga muncul dibagian tubuh lainnya seperti leher, dada atau punggung. Dan biasanya lebih jarang dibandingkan dengan jerawat yang berada pada bagian wajah kita.
6. Cara pengobatan jerawat dengan medical/obat-obatan
Jerawat juga bisa dikategorikan sebagai hal yang menggangu kesehatan, dan untuk menguranginya bisa juga dengan menggunakan obat-obatan. Untuk jerawat ringan yang berupa bintik-bintik atau komedo, penanganannya cukup menggunakan krim atau gel dengan kandungan benzoyl peroxide, yang dapat dibeli tanpa resep dokter.
- Benzoyl peroxide
Benzoyl peroxide berfungsi sebagai antiseptik, yang berfungsi membunuh bakteri di permukaan kulit. Zat ini juga membantu mengurangi komedo dan mengatasi radang. Benzoil peroksida tersedia dalam bentuk gel atau krim, dan digunakan pada wajah yang berjerawat, 20 menit sesudah cuci muka.
Gunakan obat ini secukupnya, karena penggunaan yang berlebihan bisa memicu iritasi kulit. Bila perlu, berkonsultasilah dengan dokter mengenai pemakaian benzoyl peroxide. Hindari paparan sinar matahari selama menggunakan obat ini, karena bisa menyebabkan kulit wajah menjadi lebih sensitif. Selain itu, jangan sampai obat ini mengenai rambut atau pakaian karena dikhawatirkan akan merubah warna rambut atau pakaian tersebut.
Selain membuat kulit kering, beberapa efek samping yang timbul dari penggunaan obat ini adalah gatal, sensasi terbakar pada kulit, serta kulit menjadi kemerahan dan mengelupas. Efek samping tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah pasien selesai menjalani pengobatan.
Untuk menghilangkan jerawat, benzoyl peroxide dapat digunakan selama 6 minggu. Namun, beberapa penderita dapat disarankan untuk terus menggunakan obat ini dengan frekuensi yang lebih jarang, untuk mencegah jerawat kembali muncul.
- Retinoid topikal
Retinoid topikal bekerja dengan membuang sel kulit yang mati di permukaan kulit, sehingga tidak menyumbat folikel rambut. Jenis retinoid yang digunakan untuk mengobati jerawat adalah tretinoin topikal. Obat ini dipakai sekali sehari tiap sebelum tidur.
Gunakan retinoid topikal sesuai dosis, dan lindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebihan. Tidak disarankan digunakan oleh wanita hamil, karena obat ini berisiko menyebabkan cacat lahir bagi janin yang dikandungnya.
Sama seperti benzoyl peroxide, pemakaian retinoid topikal umumnya dijalani hingga 6 minggu. Namun untuk mencegah jerawat kembali muncul, pasien dapat disarankan untuk terus menggunakan obat ini, dengan frekuensi yang lebih jarang.
- Antibiotik topical
Antibiotik topikal membunuh bakteri yang menginfeksi folikel rambut yang tersumbat. Obat ini tersedia dalam bentuk cairan atau gel yang dioleskan pada jerawat selama 6-8 minggu. Setelah jangka waktu tersebut, pemakaian obat ini harus dihentikan agar bakteri tidak berbalik menjadi kebal terhadap obat ini, sehingga bisa mengakibatkan infeksi bertambah atau jerawat semakin parah. Meski jarang terjadi, pengobatan ini bisa menimbulkan efek samping seperti iritasi dan kemerahan pada kulit, serta terasa panas dan terkelupas.
- Asam azelaic
Asam azelaic bekerja dengan membuang sel kulit mati dan membunuh bakteri, dan tersedia dalam bentuk krim. Obat ini dapat digunakan bila pasien yang mengalami iritasi akibat pemakaian retinoid topikal atau benzoyl peroxide.
Asam azelaic biasanya digunakan 2 kali sehari, atau 1 kali sehari bagi pasien yang memiliki kulit sensitif. Meski obat ini tidak membuat pemakainya sensitif terhadap sinar matahari, asam azelaic dapat menimbulkan efek samping seperti kulit kering, gatal, kemerahan, dan perih.
- Tablet antibiotik
Jerawat yang parah dapat ditangani dengan pemberian antibiotik minum yang dikombinasikan dengan pengobatan topikal. Pengobatan bisa berlangsung hingga 4-6 bulan, tergantung pada reaksi pasien.
Jenis tablet antibiotik yang dapat diresepkan dokter adalah tetracycline. Namun pada ibu hamil atau menyusui, obat ini tidak bisa diberikan. Sebagai penggantinya, dokter akan meresepkan erythromycin yang lebih aman untuk digunakan.
Selain dapat membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari, tetracycline bisa mengurangi efektivitas pil KB pada beberapa minggu pertama pengobatan. Karena itu, dokter akan menganjurkan pasien menggunakan alat kontrasepsi lain seperti kondom, selama menjalani pengobatan dengan tetracycline.
- Terapi hormon
Terapi hormon bisa berdampak positif pada wanita berjerawat, terutama bila jerawat muncul selama masa menstruasi, atau jika terkait dengan gangguan hormon seperti PCOS. Dokter akan menyarankan untuk konsumsi pil KB kombinasi. Umumnya jerawat akan hilang meski butuh waktu hingga 1 tahun.
- Antiandrogen
Apabila jerawat tidak bisa ditangani dengan antibiotik, dokter bisa memberikan antiandrogen. Obat ini bekerja dengan menghalangi efek hormon androgen pada kelenjar minyak. Salah satu contoh obat antiandrogen adalah spironolactone.
- Isotretinoin
Isotretinoin adalah obat jerawat berbentuk tablet, yang memiliki sejumlah kegunaan seperti mencegah tersumbatnya folikel rambut, mengurangi jumlah bakteri di kulit, membantu mengontrol produksi sebum, serta mengurangi kemerahan dan bengkak di sekitar jerawat.
Umumnya isotretinoin digunakan selama 4-6 bulan sebelum hasilnya terlihat. Pada 7-10 hari pertama pengobatan, jerawat akan memburuk. Meski demikian, tidak perlu khawatir karena kondisi tersebut normal pada awal konsumsi.
Terlepas dari berbagai kegunaannya di atas, isotretinoin juga dapat menyebabkan sejumlah efek samping. Oleh karena itu, obat ini hanya disarankan bagi pasien yang mengalami jerawat parah, dan tidak bisa pulih dengan pengobatan lain. Beberapa efek samping yang umum terjadi meliputi
•Perubahan kadar gula darah.
•Kulit kering, retak, dan mengalami peradangan, terutama di bibir dan sekitar lubang hidung.
•Terdapat darah dalam
•Blefaritis atau radang kelopak mata.
• Konjungtivitis atau radang pada selaput luar mata.
Pada kasus yang jarang terjadi, isotretinoin juga dapat menimbulkan efek samping berupa hepatitis (radang hati), pankreatitis (radang pankreas), dan penyakit ginjal. Untuk mencegah efek samping tersebut, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani tes darah sebelum dan selama menjalani pengobatan dengan obat ini.
Penting diketahui, isotretinoin bisa menyebabkan cacat lahir pada bayi. Karena itu, obat ini harus dihindari oleh ibu hamil. Pada wanita yang memasuki usia subur, sebaiknya gunakan satu atau dua metode kontrasepsi selama 1 bulan sebelum pengobatan dimulai, selama pengobatan berjalan, dan selama 1 bulan setelah pengobatan usai. Selain itu, dokter juga akan menyarankan pasien untuk menjalani tes kehamilan sebelum, selama, dan setelah pengobatan.
Sejumlah pasien mengaku mengalami perubahan suasana hati saat mengonsumsi obat ini. Karena itu, beri tahu dokter bila Anda mengalami perubahan suasana hati seperti merasa lebih agresif, tertekan, atau ada keinginan untuk bunuh diri selama menggunakan obat ini.
Terapi Non Obat
Selain menggunakan obat-obatan, ada beberapa teknik pengobatan jerawat, yang dapat dilakukan tanpa atau dengan disertai konsumsi obat, antara lain:
• Chemical peels. Pada prosedur ini, kulit yang berjerawat akan dikelupas agar tumbuh lapisan kulit baru. Pada prosesnya, peeling melibatkan bahan kimia seperti asam salisilat, asam glikolat, atau asam retinoat.
• Terapi laser dan fotodinamik, yaitu penanganan jerawat dengan membunuh bakteri penyebab jerawat, dan mengurangi produksi minyak di kulit, dengan menembakkan laser pada kulit yang berjerawat.
• Suntik kortikosteroid. Nodul dan kista dapat ditangani dengan menyuntikkan kortikosteroid langsung ke area kulit yang berjerawat. Terapi ini dapat memperbaiki kondisi jerawat dalam waktu cepat dan mengurangi nyeri.
• Ekstraksi komedo. Pada terapi ini, dokter menggunakan alat khusus untuk mencabut komedo yang tidak hilang dengan obat topikal. Terapi ini dapat menimbulkan bekas luka.
Selain sejumlah langkah pengobatan di atas, jerawat ringan bisa ditangani secara mandiri, dengan beberapa langkah berikut:
•Gunakan pembersih wajah ringan dan air hangat untuk membersihkan area kulit yang berjerawat, dua kali dalam sehari. Untuk pasien yang mengalami jerawat di kulit kepala, lakukan keramas setiap hari.
•Gunakan produk kosmetik berbasis air yang tidak menghalangi pori-pori kulit, serta hindari produk perawatan kulit yang mengandung minyak.
•Jangan mencoba menghilangkan komedodengan menekannya, karena bisa menyebabkan infeksi atau meninggalkan bekas luka.
•Pada sebagian orang, sinar matahari bisa memperburuk jerawat. Ada pula obat jerawat yang malah membuat jerawat memburuk bila terkena sinar matahari. Untuk mencegahnya, gunakan pelembab dan tabir surya yang noncomedogenic atau tidak mengandung minyak.
•Hindari kontak kulit dengan ponsel, helm atau ransel terlalu sering. Tekanan atau gesekan pada kulit bisa menimbulkan jerawat.
•Selalu mandi setelah menjalani aktivitas berat, untuk membersihkan kulit dari minyak dan keringat.
7. Dampak pengobatan jerawat secara medical/obat-obatan
sudah disebutkan diatas bersamaan dengan pengobatan jerawat menggunakan obat-obatan medical.
8. Cara mengobati jerawat dengan alami
Selain mengobati dengan menggunakan obat-obatan dan terapi, Jerawat juga bisa diobati dengan menggunakan bahan-bahan alami yang terbukti aman.
7 Obat jerawat tradisional paling ampuh
1. Kayu manis dan madu
Kedua bahan alami ini jika dicampur menjadi salah satu obat yang paling ampuh untuk menghilangkan jerawat. Ini karena kayu manis memiliki kandungan antimikroba yang baik untuk membunuh bakteri penyebab jerawat. Sedangkan madu merupakan bahan alami yang kaya akan manfaat seperti antioksidan yang memperlembut kulit dan mencegah keriput.
Cara membuat masker kayu manis dan madu adalah :
Susu dipercaya sejak dulu memberikan kelembutan pada kulit. Itulah mengapa sejak dahulu susu menjadi bahan alami yang banyak digunakan oleh kerajaan – kerajaan sehingga ada istilah madi susu. Namun susu disini bukanlah susu yang digunakan untuk dikonsumsi. Melainkan susu beberntuk yogurth yang tidak memiliki rasa sama sekali. Susu jika dicampur dengan madu justru akan dapat mengobati jerawat yang ada di wajah anda.
Cara mengolahnya adalah :
Obat tradisional selanjutnya yang ampuh untuk mengobati jerawat adalah putih telur. Putih telur mengandung vitamin yang tinggi sehingga baik untuk meregenerasi sel-sel kulit mati secara lebih cepat dan aman. Cara penggunaan putih telur ini cukup mudah. Oleskan saja secara merata pada wajah anda dan biarkan selama beberapa menit. Masker dari putih telur ini juga akan mengencangkan kulit anda sehingga waktu memakai putih telur anda di larang untuk tersenyum karena sedang dalam keadaan untuk mengencangkan kulit wajah. Setelah kering bersihkan wajah secara keseluruhan.
4. Pepaya
Buah yang kaya akan vitamin c ini baik juga untuk mengobati jerawat. Ini karena pepaya mengandung enzim papain yang berfungsi untuk menghilangkan peradangan pada jerawat. Jerawat yang meradang menimbulkan rasa yang sakit saat tersentuh sehingga saat jerawat meradang mempengaruhi mood seseorang. Nah coba gunakan pepaya untuk membantu anda mengatasi jerawat.
Cara mengguankan pepaya untuk mengatasi jerawat adalah :
Daun lidah buaya memiliki kandungan gel yang banyak dan bermanfaat untuk mengatasi jerawat pada wajah. Selain itu gel lidah buaya juga berguna untuk memberikan nutrisi pada kulit secara alami dan menyeluruh. Bagaimana cara mendapatkan gel dari lidah buaya ? langkah pertama yang harus anda lakukan adalah :
Potong satu daun lidah buaya dari rumpunnya. Pilih daun yang besar karena semakin besar daunnya maka kandungan gel pada lidah buaya juga santa banyak.
Biarkan selama 5 menit untuk mengeluarkan getah lidah buaya yang berwarna kuning. Bagi anda yang memiliki tipe kulit sensitif. Terkadang getah buaya ini akan menimbulkan rasa gatal pada kulit.
Kemudian kupas kulit nya dan bilas ddengan air yang bersih. Jika semua kulit sudah terkupas baru anda dapat mengambil gel lidah buaya dari isinya.
Oleskan gel lidah buaya pada bagian yang berjerawat.
Gel lidah buaya mengandung antibakteri yang baik untuk membunuh bakteri penyebab jerawat. Biarkan beberapa menit olesan dari gel lidah buaya baru kemudian di bersihkan.
6. Bengkuang dan Jeruk nipis
Bengkuang dikenal sebagai salah satu bahan alami untuk memutihkan kulit begitu juga dengan jeruk nipis. Kandungan dari kedua bahan ini baik untuk mengatasi jerawat yang meradang dan juga menyamarkan noda hitam pada wajah anda. Cara membuat masker bengkuan dan jeruk nipis adalah sebagai berikut ini :
Kupas kulit bengkuang kemudian cuci dan parut bengkuang ataupun juga bisa diblender untuk lebih memudahkan anda.
Setelah lumat tambahkan dua gelas air dan remas bengkuang yang sudah diparut tadi untuk mendapatkan sari dari bengkuang.
Biarkan selama satu jam baru kemudian buang airnya dan anda akan melihat sari dari bengkuang yang telah di remas tadi terendap dibawah wadah anda
Ambil sari tersebut baru kemudian tambahkan dengan air dari jeruk nipis.
Oleskan masker tersebut pada malam hari dan setelah pagi hari baru kemudian di bilas hingga bersih.
7. Sadah dan jeruk nipis
Selanjutnya obat tradisonal yang ampuh mengobati jerawat adalah sadah dan jeruk nipis. Sadah biasanya digunakan untuk merenyahkan gorengan agar terasa lebih enak dan nikmat. Cara untuk membuat masker ini adalah :
Siapkan jeruk nipis yang memiliki ukuran lebih besar. kemudian panaskan diatas lilin atau dama selama duamenit.
Setelah panas peras dan tuangkan airnya keatas piring kecil.
Baru kemudian campurkan keduanya secara merata dan oleskan pada wajah.
Tips, sebelum memoleskannya pada wajah oleskan saja secara tipis karena masker ini nantinya akan sangat lengket sekali pada wajah anda. Sehingga sulit dibersihkan namun perlu kesabaran untuk menghilangkan masker ini secara perlahan.
9. Masker-masker yang dapat digunakan untuk mengurangi jerawat
Masker apa yang bagus untuk menghilangkan jerawat?
Berikut 5 Masker yang sangat di rekomendasikan dan ampuh berantas jerawat, komedo dan minyak berlebih:
•The Body Shop Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask.
•Innisfree Super Volcanic Pore Clay Mask.
•GlamGlow Supermud Clearing Treatment.
•Laneige Mini Pore Waterclay Mask.
•Sensatia Botanicals Acne Clarifying Charcoal Mask.
10. Hal-hal yang harus dihindari dalam mengobati jerawat.
Pencegahan Jerawat
Meski jerawat sulit dicegah, beberapa langkah di bawah ini bisa dilakukan untuk meminimalkan kemunculannya:
•Cuci muka dua kali sehari dengan pembersih wajah bebas minyak.
•Hindari produk kosmetik yang mengandung minyak.
•Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat.
•Bersihkan rias wajah sebelum tidur.
•Selalu mandi setelah beraktivitas.
•Kelola stres dengan baik.
.
Faktor Risiko Jerawat
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami jerawat, di antaranya:
Diagnosis Jerawat
Diagnosis jerawat bisa diperoleh melalui pemeriksaan langsung pada kulit penderita. Melalui pemeriksaan, dokter dapat menentukan jenis jerawat yang tumbuh, serta mengukur tingkat keparahannya.
•Tingkat 1 – jerawat hanya berupa komedo putih atau komedo hitam, dengan sedikit papula dan pustula.
•Tingkat 2 – beberapa papula dan pustula muncul di wajah.
•Tingkat 3 – muncul banyak papula, pustula, dan nodul, pada wajah, dada, dan punggung.
•Tingkat 4 – sejumlah besar pustula dan nodul muncul di kulit, disertai rasa sakit.
Pemeriksaan penunjang biasanya tidak dilakukan, kecuali pada kasus jerawat yang muncul tiba-tiba pada wanita dewasa yang disertai dengan gejala siklus menstruasi yang tidak teratur. Atau bila terdapat hirsutisme, yaitu tumbuhnya rambut lebat di bagian yang biasanya berambut pada pria, seperti wajah atau dada. Hal tersebut dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon akibat PCOS. Untuk memastikannya, dokter akan melakukan USG panggul yang dikombinasikan dengan tes darah.
Pengobatan Jerawat
Pengobatan jerawat bisa membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan, tergantung tingkat keparahan jerawat yang dialami.
Komplikasi Jerawat
Jaringan parut atau bekas luka jerawat yang sering disebut bopeng adalah komplikasi jerawat yang umum terjadi. Meski semua jenis jerawat dapat menimbulkan bopeng, tetapi yang paling sering meninggalkan bekas adalah jerawat bentuk nodul dan kista. Selain itu, bopeng juga dapat timbul akibat memecahkan jerawat dengan sengaja.
Ada 3 jenis jaringan parut pada kasus jerawat.
Untuk menghilangkan bekas jerawat hanya dapat dilakukan dengan tindakan bedah kosmetik, di antaranya:
1. Dermabrasi
Dermabrasi dilakukan dengan mengangkat lapisan luar kulit menggunakan laser atau sikat kawat khusus. Biasanya kulit pasien akan kemerahan dan terasa sakit selama beberapa bulan setelah menjalani prosedur ini, sebelum hasilnya terlihat.
2. Terapi laser
Prosedur ini dapat digunakan untuk mengobati bekas luka jerawat yang ringan dan menengah. Pengobatan laser dibagi menjadi dua, yaitu pengobatan laser ablatif dan nonablatif.
Pada prosedur ablatif, laser digunakan untuk mengangkat bagian kecil kulit di sekitar bekas luka, untuk menghasilkan sel kulit baru. Sedangkan pada prosedur nonablatif, laser digunakan untuk merangsang tumbuhnya protein kulit atau kolagen baru, yang akan membantu memperbaiki penampilan dan kerusakan akibat bekas luka.
3. Subcision
Dalam prosedur ini, dokter akan memisahkan lapisan luar kulit dari jaringan parut yang ada di bawahnya. Pemisahan ini akan membuat darah menggumpal di area tersebut dan membentuk jaringan ikat. Jaringan ikat inilah yang akan meratakan jaringan parut dengan permukaan kulit. Untuk mendapatkan hasil lebih sempurna, biasanya dokter akan menjalankan terapi laser atau dermabrasi setelah prosedur subcision.
4. Punch technique
Selanjutnya ada teknik pemulihan jerawat yang disebut punch technique. Biasanya teknik ini digunakan untuk menangani jaringan parut jenis ice pick dan boxcar. Ada tiga jenis punch technique, yaitu:
• Punch elevation. Dilakukan dengan membuang dasar jaringan parut melalui bedah, dan menyisakan bagian tepi dari bekas luka. Setelah itu, bagian dasar tadi disatukan dengan tepi bekas luka, kemudian ditarik atau diangkat agar sejajar dengan permukaan kulit.
• Punch excision. Teknik ini digunakan untuk menangani ice pick Caranya adalah dengan mengangkat bekas jerawat, dan menutup luka yang tersisa. Saat bekas luka sembuh, area kulit yang dibedah akan terlihat lebih halus dan rata.
• Punch grafting.Digunakan untuk mengobati ice pick yang dalam, dengan cara yang sama seperti punch excision. Namun pada teknik ini, bekas luka akan ditambal dengan mengambil kulit dari bagian tubuh lain (dicangkok), misalnya dari kulit belakang telinga.
Selain bekas luka, efek samping juga dapat muncul setelah menggunakan obat jerawat. Segera ke dokter bila muncul efek samping seperti:
•Pembengkakan pada wajah, mata, bibir, atau lidah.
•Radang tenggorokan dan sesak napas.
• Pingsan.
menurut wikipedia
Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya. Kligmann, seorang peneliti masalah jerawat ternama di dunia berpendapat,"Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya." Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit. Perubahan hormonal lainnya yang dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat adalah masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres.
Penyebab
- Produksi minyak berlebihan
Jerawat tidak selalu muncul karena kotor, melainkan lebih disebabkan faktor dari dalam tubuh. Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceus gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Penyebab jerawat yang paling umum adalah hormon, tumpukan minyak atau sebum di kulit berkolaborasi dengan bakteri.
- Sel-sel kulit mati
Umumnya, jerawat disebabkan oleh kelebihan kelenjar minyak karena giat diproduksi hormon androgen. Jerawat timbul karena kelenjar minyak yang berlebih tersebut bercampur dengan sel kulit mati. Ketika sel-sel kulit itu bercampur dengan jumlah debu atau kotoran yang sudah meningkat itu, campuran yang tebal dan lengket itu dapat membentuk penyumbat yang menjadi bintik hitam atau putih. Banyak yang beranggapan, bahwa jerawat hanya menyerang muka, tetapi jerawat bisa juga menyerang bagian tubuh lain, seperti di bagian punggung, dada dan lengan atas.
- Bakteri
Yang membuat masalah semakin rumit, bakteri biasanya ada di kulit, yang disebut P. acne, yang cenderung berkembang biak di dalam kelenjar sebaceous yang tersumbat, yang menghasilkan zat-zat yang menimbulkan iritasi daerah sekitarnya. Kelenjar tersebut terus membengkak, dan mungkin akan pecah, kemudian menyebarkan radang ke kulit daerah sekitarnya. Inilah yang menyebabkan jerawat batu jenis yang paling mungkin, yaitu meninggalkan pigmentasi jangka panjang dan bekas luka seperti cacar yang permanen.
- Kosmetik
Penyumbatan pori-pori seringkali terjadi oleh penggunaan kosmetik yang mengandung banyak minyak atau penggunaan bedak yang menyatu dengan foundation. Foundation yang terkandung pada bedak menyebabkan bubuk bedak mudah menyumbat pori-pori.
- Obat-obatan
Konsumsi obat kortikosteroid, baik oral (obat minum) maupun topical (obat oles), yang mengakibatkan daya tahan tubuh menurun, juga meningkatkan potensi timbulnya jerawat karena aktivitas bakteri patogen yang meningkat.
- Telepon Genggam
Permukaan telepon genggam bisa jadi media subur untuk tumbuhnya bakteri. Untuk mencegahnya, bersihkan permukaan telepon secara rutin dengan alkohol, dan usahakan jangan menempelkan telepon genggam ke pipi ketika menelepon.
- Stres
sebenarnya, stres tidak secara langsung menyebabkan jerawat. Masalahnya, ada hormon tertentu yang keluar saat seseorang stres, yang memungkinkan tumbuhnya jerawat. Tak hanya itu, stres membuat orang tersebut mempunyai pola makan yang cenderung banyak mengkonsumsi makanan manis dan berlemak, sebagai "pelarian" dari stres.
Jenis Jerawat.
Komedo.
Komedo sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka atau tertutup. Komedo yang terbuka (blackhead), terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam. Komedo yang tertutup (whitehead) memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil. Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit.
Orang juga bertanya mengenai apa obat untuk menghilangkan jerawat?
17 cara menghilangkan jerawat?
1. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker soda kue dan air
Soda kue atau biasa disebut dengan baking soda tidak hanya dipakai sebagai bahan kue saja, Anda bisa membuatnya untuk menghilangkan jerawat pada wajah Anda. Selain jerawat biasa, menggunakan masker soda kue juga bisa menjadi cara menghilangkan jerawat batu secara alami dan cepat. Soda kue memiliki manfaat dapat menjadi penyeimbang pH kulit untuk mencegah jerawat. Tidak hanya penyeimbang, soda kue juga dapat menjadi antiseptik dan anti-inflamasi untuk menyembuhkan jerawat membandel.
Caranya mudah sekali, cukup ikuti langkah berikut ini:
•Cukup campurkan 2 sdm soda kue dengan air hingga mengental.
•Sebelum diaplikasikan pada wajah, Anda disarankan untuk mencuci wajah dahulu, agar wajah bersih.
•Aplikasikan soda kue ke wajah secara merata.
•Tunggu selama 15 menit lalu bersihkan dengan menggunakan air hangat.
Setelah mengaplikasikan masker soda kue pada wajah, wajah Anda bisa menjadi cukup kering. Oleh karena itu Anda bisa memakai pelembap wajah sesudahnya.
2. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker alpukat dan dan madu
Alpukat kaya akan vitamin E yang dapat menembus pori-pori kulit sehingga dapat meredakan peradangan kulit. Sedangkan madu mengandung hidrogen peroksida yang bersifat anti-bakteri. Kombinasi kedua bahan ini juga mampu menjadi cara menghilangkan bekas jerawat secara alami dan cepat.
Caranya menggunakannya pun cukup mudah. Ambil setengah bagian alpukat, tumbuk hingga halus, tambahkan 1 sdm madu. Aplikasikan pada wajah yang telah bersih. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
3. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker yogurt dan madu
Yogurt mengandung bakteri baik, asam laktat, dan asam alfa hidroksi yang dapat membantu menghilangkan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Campurkan 1 sdm madu dan 2 sdm yogurt, aduk hingga rata. Oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
4. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker lemon
Lemon yang mengandung asam askorbat-L dapat mengurangi masalah peradangan pada kulit wajah berjerawat dan juga dapat membersihkan pori-pori wajah yang tersumbat. Lemon juga dapat membuat wajah Anda menjadi cerah dan menghilangkan noda bekas jerawat.
Caranya mudah : Ambil 1 buah lemon, porong menjadi dua bagian lalu peras. Oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat. Anda juga dapat menambahkan 1 sdm madu ke dalamnya.
5. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker jeruk nipis
Jeruk nipis hampir memiliki efek dan khasiat yang sama dengan lemon. Caranya pun hampir sama. Potong jeruk nipis jadi dua bagian, peras. Campurkan dengan 2 sdm madu. Oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
6. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker pisang dan kunyit
Pisang kaya akan antioksidan, potasium, dan vitamin E. Kandungan tersebut membuat wajah menjadi lebih cerah dan lembap. Lektin yang juga ada pada pisang dapat melawan bakteri penyebab jerawat. Sedangkan pada kunyit terkandung kurkuminoid yang berkhasiat obat bagi wajah yang meradang.
Cara membuatnya adalah dengan pertama haluskan 1 buah pisang, lalu tambahan setengah sdm bubuk kunyit dan setengah sdm soda kue, aduk hingga rata. Aplikasikan pada wajah yang sudah bersih. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat. Jangan lupa pakai pelembap usai memakai masker jika dirasa wajah kering.
7. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker bawang putih
Bawang putih tidak hanya bermanfaat sebagai bumbu dapur saja namun juga dapat membantu menghilangkan peradangan pada kulit karena bawang putih yang merupakan anti virus, anti jamur, anti oksidan, dan antiseptik sehingga kesehatan kulit akan terus terjaga. Selain itu bawang putih mengandung zat sulfur yang ampuh dalam proses pembasmian jerawat membandel.
Cukup siapkan 1 siung bawang. Anda bisa mengaplikasikannya dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan membaginya menjadi dua lalu gosokkan pada jerawat. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat. Atau dengan menghaluskannya lalu diaplikasikan pada wajah yang bersih. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
8. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker tomat
Tomat kaya akan kandungan vitamin A dan C sehingga baik dan ampuh untuk membasmi jerawat yang membandel. Terdapat dua cara menggunakan tomat sebagai masker. Cara pertama adalah dengan mengiris tipis-tipis tomat lalu tutupi wajah dengan irisan tomat. Cara kedua adalah dengan memblender 1 buah tomat lalu aplikasikan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
9. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker lidah buaya
Lidah buaya mengandung sebuah senyawa aktif yang disebut dengan polifenol. Polifenol sendiri berguna sebagai anti-bakteri. Senyawa ini dapat membantu menghilangkan jerawat. Caranya adalah dengan iris lidah buaya hingga tinggal dagingnya. Haluskan dengan sendok hingga membentuk gel. Lalu oleskan pada wajah. Diamkan selama 30 menit lalu bilas dengan air hangat. Jika dilakukan secara rutin, jerawat pun akan berangsur hilang.
10. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker mentimun
Mentimun mengandung air yang tinggi serta vitamin A,B, dan C. Terdapat pula mineral yaitu magnesium, kalium, mangan, dan silika. Mentimun juga memiliki sifat diuretik, efek pendingin, dan pembersih bagi wajah. Oleh karena itu mentimun sangat manjur sekali untuk membasmi jerawat membandel.
Pengaplikasiannya hampir sama dengan tomat. Terdapat dua cara. Cara pertama adalah dengan mengiris tipis-tipis mentium lalu letakkan pada wajah. Dan cara kedua adalah dengan menjus 1 buah mentimun lalu oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
11. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker kulit jeruk
Tidak hanya dagingnya, kulit jeruk ternyata juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kulit jeruk mengandung vitamin A dan C, flavonoid, dan antiokasidan yang tinggi serta tinggi akan serat. Dengan demikian kulit jeruk dapat mengecilkan pori-pori yang terbuka, menghilangkan noda dan juga menghilangkan sel-sel kulit mati sehingga dapat menyegarkan kembali kulit kusam.
Caranya adalah dengan mengeringkan terlebih dahulu kulit jeruk di bawah sinar matahari. Lalu tumbuk hingga halus. Campurkan dengan air secukupnya. Oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
12. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker putih telur
Putih telur mengandung enzim lysozim yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri penyebab jerawat dan juga mengecilkan pori-pori kulit serta mengurangi minya berlebih yang merupakan penyebab jerawat.
Putih telur memang baunya sedikit amis. Oleh karena itu Anda dapat menambahkan perasan jeruk nipis atau lemon. Caranya adalah dengan ambil sebutir telur lalu pisahkan kuning dan putihnya. Kocok putih telur hingga mengembang lalu campurkan 1 sdm air perasan jeruk nipis. Oleskan pada wajah secara merata. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
13. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker pepaya
Enzim papain yang terdapat pada pepaya dapat membantu mengikis sel kulit mati dan aktioksidannya dapat mencerahkan kulit wajah, mengatasi kulit kemerahan akibat jerawat, dan mengurangi peradangan pada kulit. Bersihkan pepaya dan potong dadu, Haluskan pepaya hingga menjadi bubur. Anda bisa menambahkan 1 sdm madu atau lemon. Oleskan pada wajah lalu diamkan selama 20 menit. Bilas dengan air hangat.
14. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker daun pepaya
Tidak hanya dagingnya, daun pepaya yang terkenal pahit ini pun dapat menjadi salah satu option untuk menghilangkan jerawat membandel. Senyawa kaprpain yang terkandung di dalamnya ampuh membunuh mikro organisme yang tidak diinginkan kulit.
Ambil 4 lembar daun pepaya. Keringkan dengan menggunakan sinar matahari. Kemudian tumbuk daun pepaya hingga halus. Campur dengan air sampai menajdi pasta. Oleskan pada wajah secara merata lalu diamkan selama 30 ment. Bilas dengan air hangat.
15 Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker cuka sari apelApel merupakan buah yang kaya vitamin, mineral, serta serat tinggi. Oleh karena itu apel tentu dijadikan sebagai bahan dasar cuka apel. Cuka apel memiliki kandungan asam asetat yang tinggi dan anti mikroba.
Caranya mudah saja, tuang cuka apel pada kapas lalu oleskan pada wajah secara merata. Diamkan selama 20 menit dan kemudian bilas dengan air hangat. Ingin hasil yang lebih maksimal? Lakukan sebelum tidur dan biarkan semalaman.
16. Menggunakan es batu
Sama seperti ketika menaruh es batu pada luka lebam, hal tersebut bekerja serupa pada jerawat. Es batu dapat meningkatkan sirkulasi darah. Lancarnya peredaran darah dapat membantu menghilangkan jerawat membandel.
Ambil es batu secukupnya, bungkus dengan kain bersih lalu letakkan pada jerawat membandel selama beberapa detik. Lakukan secara rutin sampai jerawat terlihat mengempis.
17. Menggunakan uap
Uap akan membuka pori-pori yang tertutup sehingga kulit dapat bernapas. Dengan demikian kotoran yang terperangkap dalam pori-pori dapat keluar.
Caranya adalah dengan mengisi suatu wadah dengan air panas lalu letakkan wajah Anda di atas wajah tersebut. Lakukan selama 5 menit. Rutin menguap wajah setiap hari terutama menjelang tidur agar kotoran selama seharian penuh dapat keluar.
6 kesalahan saat mengobati jerawat
1. Terlalu cepat menyerah karena jerawat lama sembuhnya
Jangan mau hasil yang instan atau cepat ketika Anda mengobati jerawat Faktanya, kebanyakan obat jerawat akan bekerja dengan perlahan. Biasanya akan memakan waktu sekitar 6 hingga 12 minggu untuk menyembuhkan jerawat.
Maka disarankan untuk menggunakan suatu produk yang sama selama setidaknya 1 bulan sebelum memutuskan apakah obat yang Anda gunakan ada hasilnya atau tidak.
Dalam beberapa kasus, kulit Anda mungkin mengalami iritasi dalam beberapa minggu pertama. Tak jarang obat jerawat yang efektif justru membuat jerawat Anda menjadi lebih parah dulu sebelum akhirnya membaik dan hilang total.
2. Pakai terlalu banyak obat jerawat sekaligus
Selain tidak sabar dalam menunggu hasil pemakaian obat jerawat, biasanya banyak orang yang akan memakai beberapa obat jerawat sekaligus. Sayangnya, ini malah akan menyebabkan iritasi pada kulit Anda dan malah menambah dampak buruk.
Bila berbagai bahan kimia dari berbagai produk obat jerawat dicampur jadi satu, jerawat akan semakin parah, bahkan menyerupai pigmen. Lalu ketika sembuh kemungkinan akan meninggalkan bekas atau noda.
3. Terlalu sering scrubbing wajah
Menggosok wajah dengan scrub sebenarnya dianjurkan bila kulit Anda tidak berjerawat. Namun bila dilakukan saat kulit sedang jerawat ini malah akan memperparah jerawat, karena lapisan kulit akan tergerus dan menyebabkan iritasi.
Lebih baik, Anda basuh wajah Anda perlahan dengan sabun yang tidak mengandung bahan kimia. Pastikan juga sabun muka yang Anda gunakan memiliki pH yang seimbang untuk mengurangi peradangan di wajah.
Penting juga untuk membilas wajah hingga bersih karena bekas-bekas yang tertinggal akan menjadi residu yang menyebabkan iritasi.
4. Salah pakai obat jerawat
Pembersih wajah yang keras, sabun yang mengandung alkaline, dan produk berbahan dasar alkohol dapat memperburuk kondisi jerawat.
Anda harus mencari produk “non-comedogenic” atau yang khusus “untuk kulit berjerawat”. Produk non-comedogenic tidak mengandung bahan yang dapat menutup pori-pori kulit berjerawat. Karena kebanyakanbahan sunsscreen dan pelembap biasanya dapat menutup atau menyumbat pori-pori.
5. Suka memencet dan memecahkan jerawat
Memencet, mengorek, mengelupas, dan memecahkan jerawat memang menimbulkan kepuasan sendiri bagi orang yang berjerawat. Namun sayang, itu dapat bikin waktu penyembuhan jadi tambah lama dan meningkatkan risiko muncul bekas jerawat. Lebih baik, hindari tangan Anda menyentuh jerawat. Bila ingin mengoleskan obat atau krim jerawat, pastikan tangan Anda sudah dicuci bersih.
6.Tidak berkonsultasi ke dokter kulit
Bila jerawat dirasa sudah makin banyak bermunculan, segera konsultasi ke dokter. Banyak orang yang menunda-nunda konsultasi ke dokter karena percaya bahwa jerawat akan sembuh dengan sendirinya.
Dengan konsultasi ke dermatologis atau dokter kulit, nantinya Anda akan diperiksa dan diberikan perawat sesuai kondisi kulit Anda. Dokter juga akan memberikan resep obat serta perawatan yang lebih ampuh namun aman untuk kulit.
menurut alodokter Jerawat adalah masalah kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, punggung, dan dada.
Meski jerawat dapat dialami oleh siapa saja, namun sebagian besar kasus jerawat terjadi di masa puber, yaitu pada remaja berusia 10-13 tahun, dan semakin buruk pada orang dengan kulit berminyak.
Jerawat pada remaja umumnya akan hilang dengan sendirinya pada awal usia 20 tahun. Namun pada sebagian kasus, masih ada yang mengalami masalah jerawat hingga usia 30 tahun, terutama wanita.
2. Gejala-gejala munculnya jerawat.
Jerawat dapat tumbuh hampir di seluruh bagian tubuh, namun umumnya jerawat muncul di wajah, leher, bahu, dada, dan punggung. Gejalanya adalah munculnya bintik (komedo) yang berwarna hitam atau putih.
Komedo hitam adalah bintik berwarna hitam yang muncul di permukaan kulit. Bintik hitam tersebut bukan berasal dari kotoran, namun karena terpapar dengan oksigen di udara. Sedangkan komedo putih terletak di bawah permukaan kulit, dan memiliki tekstur yang lebih keras.
Selain komedo hitam dan komedo putih, ada pula bentuk jerawat yang diperparah oleh peradangan, di antaranya:
• Pustula. Benjolan kecil yang di ujungnya terdapat nanah.
• Papula. Benjolan kecil kemerahan yang biasanya menyakitkan.
• Nodul. Benjolan keras yang terbentuk di bawah permukaan kulit, dan kadang terasa menyakitkan.
• Kista. Benjolan besar berisi nanah yang terasa menyakitkan. Sama seperti nodul, kista juga terbentuk di bawah permukaan kulit.
Folikel yang tersumbat bisa membengkak dan membentuk komedo putih atau komedo hitam bila terpapar dengan dunia luar. Kondisi tersebut sebaiknya jangan dianggap remeh, karena bisa berkembang menjadi pustula, papula, nodul, atau bahkan kista, apabila terkontaminasi oleh bakteri kulit
3. Penyebab munculnya jerawat.
Terdapat empat kondisi yang dapat menyebabkan jerawat, yaitu:
• Produksi sebum berlebih. Sebum adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering.
• Sumbatan pada folikel rambut. Jerawat muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh campuran sel kulit mati dan sebum.
• Bakteri. Jenis bakteri Propionibacterium acnes bisa berkembang dan menyumbat folikel rambut, serta menyebabkan peradangan.
• Hormon. Aktivitas hormon androgen berlebih dapat menyebabkan jerawat.
Sedangkan factor resiko munculnya jerawat adalah :
• Perubahan hormon. 80% kasus jerawat pada wanita terjadi karena adanya perubahan hormon pada masa tertentu, misalnya menjelang menstruasi, tiga bulan pertama masa kehamilan, atau akibat PCOS.
• Masa pubertas. Pada masa pubertas, aktivitas hormon testosteron akan meningkat. Akibatnya kelenjar minyak menghasilkan sebum dalam jumlah lebih banyak dari yang dibutuhkan kulit.
• Keturunan. Seseorang dari keluarga yang bermasalah dengan jerawat lebih berisiko mengalami jerawat.
• Gesekan kulit dengan benda, contohnya jerawat di wajah akibat terlalu sering mengenakan penutup kepala, jerawat di leher karena pemakaian baju yang terlalu ketat di bagian kerah, atau jerawat di punggung akibat sering menggunakan ransel.
• Stres. Meski stres tidak menyebabkan jerawat, namun dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.
• Konsumsi obat-obatan, seperti penggunaan litium, kortikosteroid, atau obat antikejang.
• Penggunaan kosmetik.
• Merokok.
4. Jenis-jenis jerawat.
- Jerawat biasa.
Jenis jerawat ini mudah dikenal, tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi karena pori-pori yang tersumbat terinfeksi oleh bakteri jenis propionibacterium acne. Bakteri ini biasanya hidup di saluran kelenjar sebaceous yang tersumbat, yaitu di daerah tempat beradanya asam lemak pada kantung kelenjar sebaceous yang tersembunyi di dalam pori-pori kulit. Diberi nama propionibacterium karena mampu memproduksi asam propionik (propionic acid). Bakteri ini merupakan jenis anaerobik sehingga dapat hidup tanpa butuh oksigen, dan mempunyai ciri-ciri aerotolerant yang menimbulkan iritasi pada daerah sekitarnya. Bakteri yang menginfeksi bisa dari waslap, kuas make up, jari tangan, juga telepon. Stres, hormon dan udara yang lembap, dapat memperbesar kemungkinan terbentuknya jerawat.
- Jerawat batu (Cystic acne).
Cystic acne adalah jerawat yang besar-besar, dengan peradangan hebat, berkumpul diseluruh muka. Penderita cystic acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat jenis ini. Secara genetik penderitanya memiliki:
1.Kelenjar minyak yang over aktif yang membanjiri pori-pori dengan kelenjar minyak,
2.Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal
3.Memiliki respon yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit
5. Tempat-tempat munculnya jerawat.
untuk jerawat memang banyak dikenal karena munculnya di bagian muka tapi ternyata jerawat juga muncul dibagian tubuh lainnya seperti leher, dada atau punggung. Dan biasanya lebih jarang dibandingkan dengan jerawat yang berada pada bagian wajah kita.
6. Cara pengobatan jerawat dengan medical/obat-obatan
Jerawat juga bisa dikategorikan sebagai hal yang menggangu kesehatan, dan untuk menguranginya bisa juga dengan menggunakan obat-obatan. Untuk jerawat ringan yang berupa bintik-bintik atau komedo, penanganannya cukup menggunakan krim atau gel dengan kandungan benzoyl peroxide, yang dapat dibeli tanpa resep dokter.
- Benzoyl peroxide
Benzoyl peroxide berfungsi sebagai antiseptik, yang berfungsi membunuh bakteri di permukaan kulit. Zat ini juga membantu mengurangi komedo dan mengatasi radang. Benzoil peroksida tersedia dalam bentuk gel atau krim, dan digunakan pada wajah yang berjerawat, 20 menit sesudah cuci muka.
Gunakan obat ini secukupnya, karena penggunaan yang berlebihan bisa memicu iritasi kulit. Bila perlu, berkonsultasilah dengan dokter mengenai pemakaian benzoyl peroxide. Hindari paparan sinar matahari selama menggunakan obat ini, karena bisa menyebabkan kulit wajah menjadi lebih sensitif. Selain itu, jangan sampai obat ini mengenai rambut atau pakaian karena dikhawatirkan akan merubah warna rambut atau pakaian tersebut.
Selain membuat kulit kering, beberapa efek samping yang timbul dari penggunaan obat ini adalah gatal, sensasi terbakar pada kulit, serta kulit menjadi kemerahan dan mengelupas. Efek samping tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah pasien selesai menjalani pengobatan.
Untuk menghilangkan jerawat, benzoyl peroxide dapat digunakan selama 6 minggu. Namun, beberapa penderita dapat disarankan untuk terus menggunakan obat ini dengan frekuensi yang lebih jarang, untuk mencegah jerawat kembali muncul.
- Retinoid topikal
Retinoid topikal bekerja dengan membuang sel kulit yang mati di permukaan kulit, sehingga tidak menyumbat folikel rambut. Jenis retinoid yang digunakan untuk mengobati jerawat adalah tretinoin topikal. Obat ini dipakai sekali sehari tiap sebelum tidur.
Gunakan retinoid topikal sesuai dosis, dan lindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebihan. Tidak disarankan digunakan oleh wanita hamil, karena obat ini berisiko menyebabkan cacat lahir bagi janin yang dikandungnya.
Sama seperti benzoyl peroxide, pemakaian retinoid topikal umumnya dijalani hingga 6 minggu. Namun untuk mencegah jerawat kembali muncul, pasien dapat disarankan untuk terus menggunakan obat ini, dengan frekuensi yang lebih jarang.
- Antibiotik topical
Antibiotik topikal membunuh bakteri yang menginfeksi folikel rambut yang tersumbat. Obat ini tersedia dalam bentuk cairan atau gel yang dioleskan pada jerawat selama 6-8 minggu. Setelah jangka waktu tersebut, pemakaian obat ini harus dihentikan agar bakteri tidak berbalik menjadi kebal terhadap obat ini, sehingga bisa mengakibatkan infeksi bertambah atau jerawat semakin parah. Meski jarang terjadi, pengobatan ini bisa menimbulkan efek samping seperti iritasi dan kemerahan pada kulit, serta terasa panas dan terkelupas.
- Asam azelaic
Asam azelaic bekerja dengan membuang sel kulit mati dan membunuh bakteri, dan tersedia dalam bentuk krim. Obat ini dapat digunakan bila pasien yang mengalami iritasi akibat pemakaian retinoid topikal atau benzoyl peroxide.
Asam azelaic biasanya digunakan 2 kali sehari, atau 1 kali sehari bagi pasien yang memiliki kulit sensitif. Meski obat ini tidak membuat pemakainya sensitif terhadap sinar matahari, asam azelaic dapat menimbulkan efek samping seperti kulit kering, gatal, kemerahan, dan perih.
- Tablet antibiotik
Jerawat yang parah dapat ditangani dengan pemberian antibiotik minum yang dikombinasikan dengan pengobatan topikal. Pengobatan bisa berlangsung hingga 4-6 bulan, tergantung pada reaksi pasien.
Jenis tablet antibiotik yang dapat diresepkan dokter adalah tetracycline. Namun pada ibu hamil atau menyusui, obat ini tidak bisa diberikan. Sebagai penggantinya, dokter akan meresepkan erythromycin yang lebih aman untuk digunakan.
Selain dapat membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari, tetracycline bisa mengurangi efektivitas pil KB pada beberapa minggu pertama pengobatan. Karena itu, dokter akan menganjurkan pasien menggunakan alat kontrasepsi lain seperti kondom, selama menjalani pengobatan dengan tetracycline.
- Terapi hormon
Terapi hormon bisa berdampak positif pada wanita berjerawat, terutama bila jerawat muncul selama masa menstruasi, atau jika terkait dengan gangguan hormon seperti PCOS. Dokter akan menyarankan untuk konsumsi pil KB kombinasi. Umumnya jerawat akan hilang meski butuh waktu hingga 1 tahun.
- Antiandrogen
Apabila jerawat tidak bisa ditangani dengan antibiotik, dokter bisa memberikan antiandrogen. Obat ini bekerja dengan menghalangi efek hormon androgen pada kelenjar minyak. Salah satu contoh obat antiandrogen adalah spironolactone.
- Isotretinoin
Isotretinoin adalah obat jerawat berbentuk tablet, yang memiliki sejumlah kegunaan seperti mencegah tersumbatnya folikel rambut, mengurangi jumlah bakteri di kulit, membantu mengontrol produksi sebum, serta mengurangi kemerahan dan bengkak di sekitar jerawat.
Umumnya isotretinoin digunakan selama 4-6 bulan sebelum hasilnya terlihat. Pada 7-10 hari pertama pengobatan, jerawat akan memburuk. Meski demikian, tidak perlu khawatir karena kondisi tersebut normal pada awal konsumsi.
Terlepas dari berbagai kegunaannya di atas, isotretinoin juga dapat menyebabkan sejumlah efek samping. Oleh karena itu, obat ini hanya disarankan bagi pasien yang mengalami jerawat parah, dan tidak bisa pulih dengan pengobatan lain. Beberapa efek samping yang umum terjadi meliputi
•Perubahan kadar gula darah.
•Kulit kering, retak, dan mengalami peradangan, terutama di bibir dan sekitar lubang hidung.
•Terdapat darah dalam
•Blefaritis atau radang kelopak mata.
• Konjungtivitis atau radang pada selaput luar mata.
Pada kasus yang jarang terjadi, isotretinoin juga dapat menimbulkan efek samping berupa hepatitis (radang hati), pankreatitis (radang pankreas), dan penyakit ginjal. Untuk mencegah efek samping tersebut, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani tes darah sebelum dan selama menjalani pengobatan dengan obat ini.
Penting diketahui, isotretinoin bisa menyebabkan cacat lahir pada bayi. Karena itu, obat ini harus dihindari oleh ibu hamil. Pada wanita yang memasuki usia subur, sebaiknya gunakan satu atau dua metode kontrasepsi selama 1 bulan sebelum pengobatan dimulai, selama pengobatan berjalan, dan selama 1 bulan setelah pengobatan usai. Selain itu, dokter juga akan menyarankan pasien untuk menjalani tes kehamilan sebelum, selama, dan setelah pengobatan.
Sejumlah pasien mengaku mengalami perubahan suasana hati saat mengonsumsi obat ini. Karena itu, beri tahu dokter bila Anda mengalami perubahan suasana hati seperti merasa lebih agresif, tertekan, atau ada keinginan untuk bunuh diri selama menggunakan obat ini.
Terapi Non Obat
Selain menggunakan obat-obatan, ada beberapa teknik pengobatan jerawat, yang dapat dilakukan tanpa atau dengan disertai konsumsi obat, antara lain:
• Chemical peels. Pada prosedur ini, kulit yang berjerawat akan dikelupas agar tumbuh lapisan kulit baru. Pada prosesnya, peeling melibatkan bahan kimia seperti asam salisilat, asam glikolat, atau asam retinoat.
• Terapi laser dan fotodinamik, yaitu penanganan jerawat dengan membunuh bakteri penyebab jerawat, dan mengurangi produksi minyak di kulit, dengan menembakkan laser pada kulit yang berjerawat.
• Suntik kortikosteroid. Nodul dan kista dapat ditangani dengan menyuntikkan kortikosteroid langsung ke area kulit yang berjerawat. Terapi ini dapat memperbaiki kondisi jerawat dalam waktu cepat dan mengurangi nyeri.
• Ekstraksi komedo. Pada terapi ini, dokter menggunakan alat khusus untuk mencabut komedo yang tidak hilang dengan obat topikal. Terapi ini dapat menimbulkan bekas luka.
Selain sejumlah langkah pengobatan di atas, jerawat ringan bisa ditangani secara mandiri, dengan beberapa langkah berikut:
•Gunakan pembersih wajah ringan dan air hangat untuk membersihkan area kulit yang berjerawat, dua kali dalam sehari. Untuk pasien yang mengalami jerawat di kulit kepala, lakukan keramas setiap hari.
•Gunakan produk kosmetik berbasis air yang tidak menghalangi pori-pori kulit, serta hindari produk perawatan kulit yang mengandung minyak.
•Jangan mencoba menghilangkan komedodengan menekannya, karena bisa menyebabkan infeksi atau meninggalkan bekas luka.
•Pada sebagian orang, sinar matahari bisa memperburuk jerawat. Ada pula obat jerawat yang malah membuat jerawat memburuk bila terkena sinar matahari. Untuk mencegahnya, gunakan pelembab dan tabir surya yang noncomedogenic atau tidak mengandung minyak.
•Hindari kontak kulit dengan ponsel, helm atau ransel terlalu sering. Tekanan atau gesekan pada kulit bisa menimbulkan jerawat.
•Selalu mandi setelah menjalani aktivitas berat, untuk membersihkan kulit dari minyak dan keringat.
7. Dampak pengobatan jerawat secara medical/obat-obatan
sudah disebutkan diatas bersamaan dengan pengobatan jerawat menggunakan obat-obatan medical.
8. Cara mengobati jerawat dengan alami
Selain mengobati dengan menggunakan obat-obatan dan terapi, Jerawat juga bisa diobati dengan menggunakan bahan-bahan alami yang terbukti aman.
7 Obat jerawat tradisional paling ampuh
1. Kayu manis dan madu
Kedua bahan alami ini jika dicampur menjadi salah satu obat yang paling ampuh untuk menghilangkan jerawat. Ini karena kayu manis memiliki kandungan antimikroba yang baik untuk membunuh bakteri penyebab jerawat. Sedangkan madu merupakan bahan alami yang kaya akan manfaat seperti antioksidan yang memperlembut kulit dan mencegah keriput.
Cara membuat masker kayu manis dan madu adalah :
- Siapkan dua sendok madu
Satu sendok teh bubuk kayu manis
Campurkan kedua bahan ini kedalam suatu wadah dan aduk hingga rata sehingga menyerupai semacam pasta.
Oleskan pada wajah dengan rat dan tunggu hingga kering. - Jika sudah kering bilas dengan air yang bersih dan tepuk – tepuk ringan wajah anda agar melancarkan aliran darah setelah menggunakan masker
Susu dipercaya sejak dulu memberikan kelembutan pada kulit. Itulah mengapa sejak dahulu susu menjadi bahan alami yang banyak digunakan oleh kerajaan – kerajaan sehingga ada istilah madi susu. Namun susu disini bukanlah susu yang digunakan untuk dikonsumsi. Melainkan susu beberntuk yogurth yang tidak memiliki rasa sama sekali. Susu jika dicampur dengan madu justru akan dapat mengobati jerawat yang ada di wajah anda.
Cara mengolahnya adalah :
- Siapkan dua sendok madu
- Tuangkan beberapa liter susu cair berupa yogurth
- Aduk rata kedua bahan tersebut baru kemudian aplikasikan pada wajah anda secar menyeluruh.
- Saat sudah di tempel pada wajah biarkan selama kurang lebih 10 sampai 15 menit. Baru kemudian dibilas hingga bersih.
Obat tradisional selanjutnya yang ampuh untuk mengobati jerawat adalah putih telur. Putih telur mengandung vitamin yang tinggi sehingga baik untuk meregenerasi sel-sel kulit mati secara lebih cepat dan aman. Cara penggunaan putih telur ini cukup mudah. Oleskan saja secara merata pada wajah anda dan biarkan selama beberapa menit. Masker dari putih telur ini juga akan mengencangkan kulit anda sehingga waktu memakai putih telur anda di larang untuk tersenyum karena sedang dalam keadaan untuk mengencangkan kulit wajah. Setelah kering bersihkan wajah secara keseluruhan.
4. Pepaya
Buah yang kaya akan vitamin c ini baik juga untuk mengobati jerawat. Ini karena pepaya mengandung enzim papain yang berfungsi untuk menghilangkan peradangan pada jerawat. Jerawat yang meradang menimbulkan rasa yang sakit saat tersentuh sehingga saat jerawat meradang mempengaruhi mood seseorang. Nah coba gunakan pepaya untuk membantu anda mengatasi jerawat.
Cara mengguankan pepaya untuk mengatasi jerawat adalah :
- Sediakan satu buah pepaya yang matang
- Kupas kulit pepaya kemudian tumbuh isi dari daging buah pepaya dan tuangkan pada piring.
- Oleskan pada wajah secara merata
- Biarkan olesan dari buah pepaya tersebut selama 10 sampai dengan 15 menit. Baru kemudian di bilas menggunakan air yang bersih.
Daun lidah buaya memiliki kandungan gel yang banyak dan bermanfaat untuk mengatasi jerawat pada wajah. Selain itu gel lidah buaya juga berguna untuk memberikan nutrisi pada kulit secara alami dan menyeluruh. Bagaimana cara mendapatkan gel dari lidah buaya ? langkah pertama yang harus anda lakukan adalah :
Potong satu daun lidah buaya dari rumpunnya. Pilih daun yang besar karena semakin besar daunnya maka kandungan gel pada lidah buaya juga santa banyak.
Biarkan selama 5 menit untuk mengeluarkan getah lidah buaya yang berwarna kuning. Bagi anda yang memiliki tipe kulit sensitif. Terkadang getah buaya ini akan menimbulkan rasa gatal pada kulit.
Kemudian kupas kulit nya dan bilas ddengan air yang bersih. Jika semua kulit sudah terkupas baru anda dapat mengambil gel lidah buaya dari isinya.
Oleskan gel lidah buaya pada bagian yang berjerawat.
Gel lidah buaya mengandung antibakteri yang baik untuk membunuh bakteri penyebab jerawat. Biarkan beberapa menit olesan dari gel lidah buaya baru kemudian di bersihkan.
6. Bengkuang dan Jeruk nipis
Bengkuang dikenal sebagai salah satu bahan alami untuk memutihkan kulit begitu juga dengan jeruk nipis. Kandungan dari kedua bahan ini baik untuk mengatasi jerawat yang meradang dan juga menyamarkan noda hitam pada wajah anda. Cara membuat masker bengkuan dan jeruk nipis adalah sebagai berikut ini :
Kupas kulit bengkuang kemudian cuci dan parut bengkuang ataupun juga bisa diblender untuk lebih memudahkan anda.
Setelah lumat tambahkan dua gelas air dan remas bengkuang yang sudah diparut tadi untuk mendapatkan sari dari bengkuang.
Biarkan selama satu jam baru kemudian buang airnya dan anda akan melihat sari dari bengkuang yang telah di remas tadi terendap dibawah wadah anda
Ambil sari tersebut baru kemudian tambahkan dengan air dari jeruk nipis.
Oleskan masker tersebut pada malam hari dan setelah pagi hari baru kemudian di bilas hingga bersih.
7. Sadah dan jeruk nipis
Selanjutnya obat tradisonal yang ampuh mengobati jerawat adalah sadah dan jeruk nipis. Sadah biasanya digunakan untuk merenyahkan gorengan agar terasa lebih enak dan nikmat. Cara untuk membuat masker ini adalah :
Siapkan jeruk nipis yang memiliki ukuran lebih besar. kemudian panaskan diatas lilin atau dama selama duamenit.
Setelah panas peras dan tuangkan airnya keatas piring kecil.
Baru kemudian campurkan keduanya secara merata dan oleskan pada wajah.
Tips, sebelum memoleskannya pada wajah oleskan saja secara tipis karena masker ini nantinya akan sangat lengket sekali pada wajah anda. Sehingga sulit dibersihkan namun perlu kesabaran untuk menghilangkan masker ini secara perlahan.
9. Masker-masker yang dapat digunakan untuk mengurangi jerawat
Masker apa yang bagus untuk menghilangkan jerawat?
Berikut 5 Masker yang sangat di rekomendasikan dan ampuh berantas jerawat, komedo dan minyak berlebih:
•The Body Shop Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask.
•Innisfree Super Volcanic Pore Clay Mask.
•GlamGlow Supermud Clearing Treatment.
•Laneige Mini Pore Waterclay Mask.
•Sensatia Botanicals Acne Clarifying Charcoal Mask.
10. Hal-hal yang harus dihindari dalam mengobati jerawat.
Pencegahan Jerawat
Meski jerawat sulit dicegah, beberapa langkah di bawah ini bisa dilakukan untuk meminimalkan kemunculannya:
•Cuci muka dua kali sehari dengan pembersih wajah bebas minyak.
•Hindari produk kosmetik yang mengandung minyak.
•Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat.
•Bersihkan rias wajah sebelum tidur.
•Selalu mandi setelah beraktivitas.
•Kelola stres dengan baik.
.
Faktor Risiko Jerawat
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami jerawat, di antaranya:
Diagnosis Jerawat
Diagnosis jerawat bisa diperoleh melalui pemeriksaan langsung pada kulit penderita. Melalui pemeriksaan, dokter dapat menentukan jenis jerawat yang tumbuh, serta mengukur tingkat keparahannya.
•Tingkat 1 – jerawat hanya berupa komedo putih atau komedo hitam, dengan sedikit papula dan pustula.
•Tingkat 2 – beberapa papula dan pustula muncul di wajah.
•Tingkat 3 – muncul banyak papula, pustula, dan nodul, pada wajah, dada, dan punggung.
•Tingkat 4 – sejumlah besar pustula dan nodul muncul di kulit, disertai rasa sakit.
Pemeriksaan penunjang biasanya tidak dilakukan, kecuali pada kasus jerawat yang muncul tiba-tiba pada wanita dewasa yang disertai dengan gejala siklus menstruasi yang tidak teratur. Atau bila terdapat hirsutisme, yaitu tumbuhnya rambut lebat di bagian yang biasanya berambut pada pria, seperti wajah atau dada. Hal tersebut dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon akibat PCOS. Untuk memastikannya, dokter akan melakukan USG panggul yang dikombinasikan dengan tes darah.
Pengobatan Jerawat
Pengobatan jerawat bisa membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan, tergantung tingkat keparahan jerawat yang dialami.
Komplikasi Jerawat
Jaringan parut atau bekas luka jerawat yang sering disebut bopeng adalah komplikasi jerawat yang umum terjadi. Meski semua jenis jerawat dapat menimbulkan bopeng, tetapi yang paling sering meninggalkan bekas adalah jerawat bentuk nodul dan kista. Selain itu, bopeng juga dapat timbul akibat memecahkan jerawat dengan sengaja.
Ada 3 jenis jaringan parut pada kasus jerawat.
- Pertama, jaringan parut berupa lubang kecil dan dalam di permukaan kulit, seperti ditusuk dengan jarum (ice pick scars).
- Kedua, jaringan parut yang terbentuk di bawah permukaan kulit, sehingga membuat kulit tidak rata (rolling scars).
- Ketiga, jaringan parut yang berbentuk lonjong dan menyerupai kawah (boxcar scars).
Untuk menghilangkan bekas jerawat hanya dapat dilakukan dengan tindakan bedah kosmetik, di antaranya:
1. Dermabrasi
Dermabrasi dilakukan dengan mengangkat lapisan luar kulit menggunakan laser atau sikat kawat khusus. Biasanya kulit pasien akan kemerahan dan terasa sakit selama beberapa bulan setelah menjalani prosedur ini, sebelum hasilnya terlihat.
2. Terapi laser
Prosedur ini dapat digunakan untuk mengobati bekas luka jerawat yang ringan dan menengah. Pengobatan laser dibagi menjadi dua, yaitu pengobatan laser ablatif dan nonablatif.
Pada prosedur ablatif, laser digunakan untuk mengangkat bagian kecil kulit di sekitar bekas luka, untuk menghasilkan sel kulit baru. Sedangkan pada prosedur nonablatif, laser digunakan untuk merangsang tumbuhnya protein kulit atau kolagen baru, yang akan membantu memperbaiki penampilan dan kerusakan akibat bekas luka.
3. Subcision
Dalam prosedur ini, dokter akan memisahkan lapisan luar kulit dari jaringan parut yang ada di bawahnya. Pemisahan ini akan membuat darah menggumpal di area tersebut dan membentuk jaringan ikat. Jaringan ikat inilah yang akan meratakan jaringan parut dengan permukaan kulit. Untuk mendapatkan hasil lebih sempurna, biasanya dokter akan menjalankan terapi laser atau dermabrasi setelah prosedur subcision.
4. Punch technique
Selanjutnya ada teknik pemulihan jerawat yang disebut punch technique. Biasanya teknik ini digunakan untuk menangani jaringan parut jenis ice pick dan boxcar. Ada tiga jenis punch technique, yaitu:
• Punch elevation. Dilakukan dengan membuang dasar jaringan parut melalui bedah, dan menyisakan bagian tepi dari bekas luka. Setelah itu, bagian dasar tadi disatukan dengan tepi bekas luka, kemudian ditarik atau diangkat agar sejajar dengan permukaan kulit.
• Punch excision. Teknik ini digunakan untuk menangani ice pick Caranya adalah dengan mengangkat bekas jerawat, dan menutup luka yang tersisa. Saat bekas luka sembuh, area kulit yang dibedah akan terlihat lebih halus dan rata.
• Punch grafting.Digunakan untuk mengobati ice pick yang dalam, dengan cara yang sama seperti punch excision. Namun pada teknik ini, bekas luka akan ditambal dengan mengambil kulit dari bagian tubuh lain (dicangkok), misalnya dari kulit belakang telinga.
Selain bekas luka, efek samping juga dapat muncul setelah menggunakan obat jerawat. Segera ke dokter bila muncul efek samping seperti:
•Pembengkakan pada wajah, mata, bibir, atau lidah.
•Radang tenggorokan dan sesak napas.
• Pingsan.
menurut wikipedia
Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya. Kligmann, seorang peneliti masalah jerawat ternama di dunia berpendapat,"Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya." Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit. Perubahan hormonal lainnya yang dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat adalah masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres.
Penyebab
- Produksi minyak berlebihan
Jerawat tidak selalu muncul karena kotor, melainkan lebih disebabkan faktor dari dalam tubuh. Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceus gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Penyebab jerawat yang paling umum adalah hormon, tumpukan minyak atau sebum di kulit berkolaborasi dengan bakteri.
- Sel-sel kulit mati
Umumnya, jerawat disebabkan oleh kelebihan kelenjar minyak karena giat diproduksi hormon androgen. Jerawat timbul karena kelenjar minyak yang berlebih tersebut bercampur dengan sel kulit mati. Ketika sel-sel kulit itu bercampur dengan jumlah debu atau kotoran yang sudah meningkat itu, campuran yang tebal dan lengket itu dapat membentuk penyumbat yang menjadi bintik hitam atau putih. Banyak yang beranggapan, bahwa jerawat hanya menyerang muka, tetapi jerawat bisa juga menyerang bagian tubuh lain, seperti di bagian punggung, dada dan lengan atas.
- Bakteri
Yang membuat masalah semakin rumit, bakteri biasanya ada di kulit, yang disebut P. acne, yang cenderung berkembang biak di dalam kelenjar sebaceous yang tersumbat, yang menghasilkan zat-zat yang menimbulkan iritasi daerah sekitarnya. Kelenjar tersebut terus membengkak, dan mungkin akan pecah, kemudian menyebarkan radang ke kulit daerah sekitarnya. Inilah yang menyebabkan jerawat batu jenis yang paling mungkin, yaitu meninggalkan pigmentasi jangka panjang dan bekas luka seperti cacar yang permanen.
- Kosmetik
Penyumbatan pori-pori seringkali terjadi oleh penggunaan kosmetik yang mengandung banyak minyak atau penggunaan bedak yang menyatu dengan foundation. Foundation yang terkandung pada bedak menyebabkan bubuk bedak mudah menyumbat pori-pori.
- Obat-obatan
Konsumsi obat kortikosteroid, baik oral (obat minum) maupun topical (obat oles), yang mengakibatkan daya tahan tubuh menurun, juga meningkatkan potensi timbulnya jerawat karena aktivitas bakteri patogen yang meningkat.
- Telepon Genggam
Permukaan telepon genggam bisa jadi media subur untuk tumbuhnya bakteri. Untuk mencegahnya, bersihkan permukaan telepon secara rutin dengan alkohol, dan usahakan jangan menempelkan telepon genggam ke pipi ketika menelepon.
- Stres
sebenarnya, stres tidak secara langsung menyebabkan jerawat. Masalahnya, ada hormon tertentu yang keluar saat seseorang stres, yang memungkinkan tumbuhnya jerawat. Tak hanya itu, stres membuat orang tersebut mempunyai pola makan yang cenderung banyak mengkonsumsi makanan manis dan berlemak, sebagai "pelarian" dari stres.
Jenis Jerawat.
Komedo.
Komedo sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka atau tertutup. Komedo yang terbuka (blackhead), terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam. Komedo yang tertutup (whitehead) memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil. Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit.
Orang juga bertanya mengenai apa obat untuk menghilangkan jerawat?
17 cara menghilangkan jerawat?
1. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker soda kue dan air
Soda kue atau biasa disebut dengan baking soda tidak hanya dipakai sebagai bahan kue saja, Anda bisa membuatnya untuk menghilangkan jerawat pada wajah Anda. Selain jerawat biasa, menggunakan masker soda kue juga bisa menjadi cara menghilangkan jerawat batu secara alami dan cepat. Soda kue memiliki manfaat dapat menjadi penyeimbang pH kulit untuk mencegah jerawat. Tidak hanya penyeimbang, soda kue juga dapat menjadi antiseptik dan anti-inflamasi untuk menyembuhkan jerawat membandel.
Caranya mudah sekali, cukup ikuti langkah berikut ini:
•Cukup campurkan 2 sdm soda kue dengan air hingga mengental.
•Sebelum diaplikasikan pada wajah, Anda disarankan untuk mencuci wajah dahulu, agar wajah bersih.
•Aplikasikan soda kue ke wajah secara merata.
•Tunggu selama 15 menit lalu bersihkan dengan menggunakan air hangat.
Setelah mengaplikasikan masker soda kue pada wajah, wajah Anda bisa menjadi cukup kering. Oleh karena itu Anda bisa memakai pelembap wajah sesudahnya.
2. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker alpukat dan dan madu
Alpukat kaya akan vitamin E yang dapat menembus pori-pori kulit sehingga dapat meredakan peradangan kulit. Sedangkan madu mengandung hidrogen peroksida yang bersifat anti-bakteri. Kombinasi kedua bahan ini juga mampu menjadi cara menghilangkan bekas jerawat secara alami dan cepat.
Caranya menggunakannya pun cukup mudah. Ambil setengah bagian alpukat, tumbuk hingga halus, tambahkan 1 sdm madu. Aplikasikan pada wajah yang telah bersih. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
3. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker yogurt dan madu
Yogurt mengandung bakteri baik, asam laktat, dan asam alfa hidroksi yang dapat membantu menghilangkan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Campurkan 1 sdm madu dan 2 sdm yogurt, aduk hingga rata. Oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
4. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker lemon
Lemon yang mengandung asam askorbat-L dapat mengurangi masalah peradangan pada kulit wajah berjerawat dan juga dapat membersihkan pori-pori wajah yang tersumbat. Lemon juga dapat membuat wajah Anda menjadi cerah dan menghilangkan noda bekas jerawat.
Caranya mudah : Ambil 1 buah lemon, porong menjadi dua bagian lalu peras. Oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat. Anda juga dapat menambahkan 1 sdm madu ke dalamnya.
5. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker jeruk nipis
Jeruk nipis hampir memiliki efek dan khasiat yang sama dengan lemon. Caranya pun hampir sama. Potong jeruk nipis jadi dua bagian, peras. Campurkan dengan 2 sdm madu. Oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
6. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker pisang dan kunyit
Pisang kaya akan antioksidan, potasium, dan vitamin E. Kandungan tersebut membuat wajah menjadi lebih cerah dan lembap. Lektin yang juga ada pada pisang dapat melawan bakteri penyebab jerawat. Sedangkan pada kunyit terkandung kurkuminoid yang berkhasiat obat bagi wajah yang meradang.
Cara membuatnya adalah dengan pertama haluskan 1 buah pisang, lalu tambahan setengah sdm bubuk kunyit dan setengah sdm soda kue, aduk hingga rata. Aplikasikan pada wajah yang sudah bersih. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat. Jangan lupa pakai pelembap usai memakai masker jika dirasa wajah kering.
7. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker bawang putih
Bawang putih tidak hanya bermanfaat sebagai bumbu dapur saja namun juga dapat membantu menghilangkan peradangan pada kulit karena bawang putih yang merupakan anti virus, anti jamur, anti oksidan, dan antiseptik sehingga kesehatan kulit akan terus terjaga. Selain itu bawang putih mengandung zat sulfur yang ampuh dalam proses pembasmian jerawat membandel.
Cukup siapkan 1 siung bawang. Anda bisa mengaplikasikannya dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan membaginya menjadi dua lalu gosokkan pada jerawat. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat. Atau dengan menghaluskannya lalu diaplikasikan pada wajah yang bersih. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
8. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker tomat
Tomat kaya akan kandungan vitamin A dan C sehingga baik dan ampuh untuk membasmi jerawat yang membandel. Terdapat dua cara menggunakan tomat sebagai masker. Cara pertama adalah dengan mengiris tipis-tipis tomat lalu tutupi wajah dengan irisan tomat. Cara kedua adalah dengan memblender 1 buah tomat lalu aplikasikan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
9. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker lidah buaya
Lidah buaya mengandung sebuah senyawa aktif yang disebut dengan polifenol. Polifenol sendiri berguna sebagai anti-bakteri. Senyawa ini dapat membantu menghilangkan jerawat. Caranya adalah dengan iris lidah buaya hingga tinggal dagingnya. Haluskan dengan sendok hingga membentuk gel. Lalu oleskan pada wajah. Diamkan selama 30 menit lalu bilas dengan air hangat. Jika dilakukan secara rutin, jerawat pun akan berangsur hilang.
10. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker mentimun
Mentimun mengandung air yang tinggi serta vitamin A,B, dan C. Terdapat pula mineral yaitu magnesium, kalium, mangan, dan silika. Mentimun juga memiliki sifat diuretik, efek pendingin, dan pembersih bagi wajah. Oleh karena itu mentimun sangat manjur sekali untuk membasmi jerawat membandel.
Pengaplikasiannya hampir sama dengan tomat. Terdapat dua cara. Cara pertama adalah dengan mengiris tipis-tipis mentium lalu letakkan pada wajah. Dan cara kedua adalah dengan menjus 1 buah mentimun lalu oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
11. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker kulit jeruk
Tidak hanya dagingnya, kulit jeruk ternyata juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kulit jeruk mengandung vitamin A dan C, flavonoid, dan antiokasidan yang tinggi serta tinggi akan serat. Dengan demikian kulit jeruk dapat mengecilkan pori-pori yang terbuka, menghilangkan noda dan juga menghilangkan sel-sel kulit mati sehingga dapat menyegarkan kembali kulit kusam.
Caranya adalah dengan mengeringkan terlebih dahulu kulit jeruk di bawah sinar matahari. Lalu tumbuk hingga halus. Campurkan dengan air secukupnya. Oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
12. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker putih telur
Putih telur mengandung enzim lysozim yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri penyebab jerawat dan juga mengecilkan pori-pori kulit serta mengurangi minya berlebih yang merupakan penyebab jerawat.
Putih telur memang baunya sedikit amis. Oleh karena itu Anda dapat menambahkan perasan jeruk nipis atau lemon. Caranya adalah dengan ambil sebutir telur lalu pisahkan kuning dan putihnya. Kocok putih telur hingga mengembang lalu campurkan 1 sdm air perasan jeruk nipis. Oleskan pada wajah secara merata. Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.
13. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker pepaya
Enzim papain yang terdapat pada pepaya dapat membantu mengikis sel kulit mati dan aktioksidannya dapat mencerahkan kulit wajah, mengatasi kulit kemerahan akibat jerawat, dan mengurangi peradangan pada kulit. Bersihkan pepaya dan potong dadu, Haluskan pepaya hingga menjadi bubur. Anda bisa menambahkan 1 sdm madu atau lemon. Oleskan pada wajah lalu diamkan selama 20 menit. Bilas dengan air hangat.
14. Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker daun pepaya
Tidak hanya dagingnya, daun pepaya yang terkenal pahit ini pun dapat menjadi salah satu option untuk menghilangkan jerawat membandel. Senyawa kaprpain yang terkandung di dalamnya ampuh membunuh mikro organisme yang tidak diinginkan kulit.
Ambil 4 lembar daun pepaya. Keringkan dengan menggunakan sinar matahari. Kemudian tumbuk daun pepaya hingga halus. Campur dengan air sampai menajdi pasta. Oleskan pada wajah secara merata lalu diamkan selama 30 ment. Bilas dengan air hangat.
15 Cara menghilangkan jerawat secara alami dengan masker cuka sari apelApel merupakan buah yang kaya vitamin, mineral, serta serat tinggi. Oleh karena itu apel tentu dijadikan sebagai bahan dasar cuka apel. Cuka apel memiliki kandungan asam asetat yang tinggi dan anti mikroba.
Caranya mudah saja, tuang cuka apel pada kapas lalu oleskan pada wajah secara merata. Diamkan selama 20 menit dan kemudian bilas dengan air hangat. Ingin hasil yang lebih maksimal? Lakukan sebelum tidur dan biarkan semalaman.
16. Menggunakan es batu
Sama seperti ketika menaruh es batu pada luka lebam, hal tersebut bekerja serupa pada jerawat. Es batu dapat meningkatkan sirkulasi darah. Lancarnya peredaran darah dapat membantu menghilangkan jerawat membandel.
Ambil es batu secukupnya, bungkus dengan kain bersih lalu letakkan pada jerawat membandel selama beberapa detik. Lakukan secara rutin sampai jerawat terlihat mengempis.
17. Menggunakan uap
Uap akan membuka pori-pori yang tertutup sehingga kulit dapat bernapas. Dengan demikian kotoran yang terperangkap dalam pori-pori dapat keluar.
Caranya adalah dengan mengisi suatu wadah dengan air panas lalu letakkan wajah Anda di atas wajah tersebut. Lakukan selama 5 menit. Rutin menguap wajah setiap hari terutama menjelang tidur agar kotoran selama seharian penuh dapat keluar.
6 kesalahan saat mengobati jerawat
1. Terlalu cepat menyerah karena jerawat lama sembuhnya
Jangan mau hasil yang instan atau cepat ketika Anda mengobati jerawat Faktanya, kebanyakan obat jerawat akan bekerja dengan perlahan. Biasanya akan memakan waktu sekitar 6 hingga 12 minggu untuk menyembuhkan jerawat.
Maka disarankan untuk menggunakan suatu produk yang sama selama setidaknya 1 bulan sebelum memutuskan apakah obat yang Anda gunakan ada hasilnya atau tidak.
Dalam beberapa kasus, kulit Anda mungkin mengalami iritasi dalam beberapa minggu pertama. Tak jarang obat jerawat yang efektif justru membuat jerawat Anda menjadi lebih parah dulu sebelum akhirnya membaik dan hilang total.
2. Pakai terlalu banyak obat jerawat sekaligus
Selain tidak sabar dalam menunggu hasil pemakaian obat jerawat, biasanya banyak orang yang akan memakai beberapa obat jerawat sekaligus. Sayangnya, ini malah akan menyebabkan iritasi pada kulit Anda dan malah menambah dampak buruk.
Bila berbagai bahan kimia dari berbagai produk obat jerawat dicampur jadi satu, jerawat akan semakin parah, bahkan menyerupai pigmen. Lalu ketika sembuh kemungkinan akan meninggalkan bekas atau noda.
3. Terlalu sering scrubbing wajah
Menggosok wajah dengan scrub sebenarnya dianjurkan bila kulit Anda tidak berjerawat. Namun bila dilakukan saat kulit sedang jerawat ini malah akan memperparah jerawat, karena lapisan kulit akan tergerus dan menyebabkan iritasi.
Lebih baik, Anda basuh wajah Anda perlahan dengan sabun yang tidak mengandung bahan kimia. Pastikan juga sabun muka yang Anda gunakan memiliki pH yang seimbang untuk mengurangi peradangan di wajah.
Penting juga untuk membilas wajah hingga bersih karena bekas-bekas yang tertinggal akan menjadi residu yang menyebabkan iritasi.
4. Salah pakai obat jerawat
Pembersih wajah yang keras, sabun yang mengandung alkaline, dan produk berbahan dasar alkohol dapat memperburuk kondisi jerawat.
Anda harus mencari produk “non-comedogenic” atau yang khusus “untuk kulit berjerawat”. Produk non-comedogenic tidak mengandung bahan yang dapat menutup pori-pori kulit berjerawat. Karena kebanyakanbahan sunsscreen dan pelembap biasanya dapat menutup atau menyumbat pori-pori.
5. Suka memencet dan memecahkan jerawat
Memencet, mengorek, mengelupas, dan memecahkan jerawat memang menimbulkan kepuasan sendiri bagi orang yang berjerawat. Namun sayang, itu dapat bikin waktu penyembuhan jadi tambah lama dan meningkatkan risiko muncul bekas jerawat. Lebih baik, hindari tangan Anda menyentuh jerawat. Bila ingin mengoleskan obat atau krim jerawat, pastikan tangan Anda sudah dicuci bersih.
6.Tidak berkonsultasi ke dokter kulit
Bila jerawat dirasa sudah makin banyak bermunculan, segera konsultasi ke dokter. Banyak orang yang menunda-nunda konsultasi ke dokter karena percaya bahwa jerawat akan sembuh dengan sendirinya.
Dengan konsultasi ke dermatologis atau dokter kulit, nantinya Anda akan diperiksa dan diberikan perawat sesuai kondisi kulit Anda. Dokter juga akan memberikan resep obat serta perawatan yang lebih ampuh namun aman untuk kulit.
Komentar
Posting Komentar